Tuesday, November 3, 2009

Jiwa Kepemimpinan

Seperti yang sama kita ketahui, sekarang ini sedang ramai dibicarakan mengenai beberapa dugaan kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena yang terkena dalam kasus ini tidak tanggung-tanggung, orang nomer satu di KPK, yaitu Antasari Azhar selaku ketua KPK.

Antasari diduga sebagai otak pembunuhan Nasrudin, Direktur Putra Rajawali Banjaran.

Tidak lama berselang, 2 Ketua KPK lainnya yaitu Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah pun sekarang ikut ditahan karena disangka menerima suap sewaktu menangani kasus PT Masaro sebesar Rp 1 miliar.

Semua yang ditahan adalah orang-orang penting yakni ketua-ketua atau pemimpin yang ada di KPK, sungguh fantastis bukan?

Disini saya tidak mau membahas siapa yang salah dan siapa yang benar, selain profesi saya bukan polisi dan juga bukan sebagai hakim, karena saya sendiri juga masih bingung dan linglung, sambil bertanya dalam hati “kok bisa ya?”

Yang ingin saya bahas mengenai, bagaimana dan apa saja yang perlu diperhatikan jika kita menjadi seorang pemimpin.

Banyak yang bilang, ketika kita sedang berada di atas, angin bertiup sangat kencang dan banyak halangan dan rintangan yg ditemui. Karena dari setiap keputusan yang diambil banyak mengandung pro dan kontra. Maka wajar saja bila ada orang yang suka dan orang tidak suka dengan posisi kita ketika menjadi seorang pemimpin.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam jiwa seorang pemimpin, yaitu :

1. Menciptakan suasana kerja yang nyaman.


Hal ini dilakukan supaya si karyawan tidak males atau merasa enggan untuk datang ke kantor. Karena pengalaman ini pernah saya dapati sewaktu saya bekerja di kantor yang sebelumnya. Setiap pagi males untuk ke kantor, apalagi kalau hari minggu sore, males banget untuk esoknya datang ke kantor karena yang saya dapati adalah kondisi yang kurang ‘menyenangkan’ ketika berada di kantor dengan tingkah laku boss yang punya hobby nya memarahi orang. Sehingga saya dan teman-teman lainnya pada saat itu bekerja dengan dihantui rasa takut. Dengan kondisi seperti ini, pekerjaan menjadi tidak maksimal karena selalu dihantui rasa ketakutan.


2. Memberikan contoh yang baik dan benar.


Harapannya adalah dengan kita berbuat baik dan benar mudah-mudahan hal ini bisa diikuti oleh para karyawan lainnya.

3. Kemampuan untuk bisa memotivasi satu dengan yang lain.


Kemampuan ini merupakan ciri pemimpin yang baik, dengan mengajari tanpa menggurui


4. Kepercayaan.


Ini juga merupakan hal yang sangat penting, karena jika kepercayaan ini tidak dijalankan dengan baik maka kegagalan akan ditemui dikemudian hari.

5. Bersikap adil.

5Memberikan keputusan yang adil ketika adanya perselisihan atau beda pendapat. Dan bersikap adil dalam menentukan hak dan kewajiban,

Dan Detik.com menyebutkan bahwa peneliti di Swedia membuktikan bahwa boss galak adalah salah satu penyebab penyakit jantung.

Studi tersebut menyebutkan, semakin lama seseorang bekerja dengan boss yang galak, semakin tinggi pula risiko penyakit yang dideritanya kelak. Dan diantara sekian banyak penyakit, risiko sakit jantunglah yang paling banyak menyerang, setidaknya 10 tahun dari mulai bekerja.

Sebaliknya, menurut literatur dari the National Institute for Health and Clinical Excellence, manajer yang bersikap ramah dan baik hati kepada stafnya bisa meningkatkan keuntungan perusahaan hingga 1.000 poundsterling per karyawannya.


Yang perlu kita sadari bersama di dalam ajaran agama Islam disebutkan bahwa di setiap diri kita adalah pemimpin, dan kepemimpinan itu akan dipertanggungjawabkan nanti.

Jadi, bersikap dan berjiwalah layaknya seorang pemimpin.

Mengenai dugaan kasus yang ada di KPK, benar atau salah? Wallahu a’lam bisshowab..

Dan jika nanti ada yang bertanya “Mungkin para pemimpin KPK tidak menjalankan salah satu dari ke 5 point tersebut diatas?” jawabannya pun juga, Wallahu a’lam bisshowab..

No comments:

Post a Comment