
Ada banyak cara yang dilakukan oleh para produsen untuk melakukan promosi dari jasa/produk yang mereka tawarkan. Dari mulai dengan cara beriklan di televisi, koran, majalah, tabloid yang sering disebut dengan ATL (above The Line) hingga melakukan brand activation/ event.
Selain itu para produsen juga melakukan promosi dengan membuat flyer, brosur, poster, x-banner atau yang sering disebut dengan POS material atau BTL, untuk dibagikan atau ditempatkan di tempat umum yang dimana biasanya target market berkumpul.
Menurut informasi dari Detik.com disebutkan bahwa total belanja iklan operator telekomunikasi di media massa, baik cetak, elektronik dan televisi pada kuartal ketiga 2009 ini diperkirakan mencapai Rp 2,867 triliun.
Bahkan survey yang dilakukan Nielsen Company Indonesia mencatat iklan yang digencarkan operator selalu masuk dalam sepuluh kontribusi terbesar belanja iklan.
Belanja iklan operator yang masuk jajaran sepuluh besar adalah Natrindo Telepon Seluler/Axis (Rp 292 miliar), Excelcomindo Pratama/XL (Rp 261 miliar), Hutchison CP Telecom/Three (Rp 243 miliar), Indosat (Rp 234 miliar), Telkomsel (Rp 218 miliar), Mobile-8 Telecom (Rp 177 miliar).
Dalam keterangan tertulisnya disebutkan, survey yang dilakukan Nielsen mencakup penelitian pada 24 stasiun televisi, 103 koran, dan 165 majalah serta tabloid. Dari penelitian tersebut, selama sembilan bulan pertama tahun ini, total belanja iklan mencapai Rp 35,5 triliun. Angka itu di luar iklan baris, diskon dan promo.
Nielsen memperkirakan belanja iklan di media massa hingga akhir 2009 ini akan mencapai angka Rp 50 triliun.
Sementara Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) memproyeksikan nilai bisnis industri periklanan tahun ini malah bisa menembus Rp 53 triliun berkat kontribusi besar iklan telekomunikasi dan partai politik.
"Pertumbuhan untuk tahun 2010 diperkirakan akan naik 15% menjadi Rp 60 triliun," ujar Ketua Umum PPPI Harris Thajeb kepada detikINET di Jakarta, Selasa (12/11/2009).
Berpromosi melalui ATL atau BTL, kami sering menyebut dengan beriklan atau berpromosi secara konvensional karena dari dulu yang digunakan media nya hanya itu-itu saja.
Jika dilihat dari tingkat efektivitasnya, sekarang sudah terlalu banyak media yang disajikan. Seperti televisi, kurang lebih di Indonesia sudah ada 10 channel tv. Belum lagi di koran, majalah, radio dll, sehingga audience bingung menentukan channel tv mana yang akan dipilih.
Dulu berpromosi/beriklan di media TV sangatlah efektif karena masih belum banyak pilihan channelnya, tapi kalau sekarang?
Ada beberapa faktor yang menurut saya kekurangan jika beriklan/berpromosi di TV diantaranya:
1. Banyaknya channel TV, sehingga lebih banyak lagi share budget yang harus
dikeluarkan untuk menyebar iklan tersebut ke masing-masing channelTV.
2. Masalah Prime Time.
Dulu benar, jika prime time di Tv adalah dari jam 7 sampai dengan jam 10 malam,
tapi mengikuti perkembangan sekarang, di jam prime time tersebut orang-orang
masih banyak yang berkeliaran di luar, masih ada yang di kanotr, ada di jalan,
ada di tempat dugem, ada yang kongkow-kongkow bersama teman lama, jadi jam prime
time sendiri sudah tidak seperti dulu lagi.
3. Tayangan yang tidak bermutu.
Banyak dikeluhkan jika tayangan/program acara di TV sudah sangat memprihatinkan.
karena isinya hanya dipenuhi dengan sinetron yang tidak mendidik malah
mengahancurkan generasi muda. Karena di dalamnya hanya ada percintaan dan
kriminalitas. Dengan demikian konsumen jadi enggan nonton TV lagi.
4. Kesempatan audience untuk melihat iklan sangat kecil.
Karena dengan banyaknya program acara dan channel TV maka kesempatan audience
untuk melihat iklan kita kemungkinan kecil, karena dengan mudahnya audience akan
memindahkan channel ke acara yang lain. Dan hal ini sering saya perhatikan ketika
saudara, keluarga atau teman sedang menonton.
5. Merebut perhatian Audience.
Bukan suatu hal yang mudah untuk menarik perhatian para audience, karena jika
materi iklan kita biasa-biasa saja, jangan berharap bisa merebut perhatian dari
para audience, karena pada saat jeda iklan di duatu program, banyak sekali iklan
dari segala macam jenis produk yang disajikan.
Dengan beberapa point tersebut di atas, terbukti bahwa jika ingin beriklan harus dengan merogoh kantong yang lebih dalam lagi, karena jika hanya beberapa kali saja dan hanya di beberapa program saja, kemungkinan iklan kita tidak akan menjadi top of mind di para audience.
Kesimpulannya, cukup mahal bukan untuk beriklan di TV?
Lain lagi dengan beriklan di media print/cetak seperti koran, majalah atau tabloid. Kelemahannya adalah usia dari media cetak tidaklah panjang, hanya sampai siang hari. Karena pada umumnya, konsumen membaca media cetak dari pagi sampai jam makan siang, setelah itu sudah basi. Makanya ada media cetak yang terbit sore karena untuk bacaan setelah media cetak di pagi hari sudah habis waktunya.
Ada solusi yang terbaik dan bisa dijadikan media berpromosi selain di media konvensional, yaitu melalu internet/website.
Salah satu keuntungannya adalah promosi di internet/website Anda bisa menjangkau target market yang tak terbatas di seluruh dunia. Sementara, berpromosi melalui media konvensional, Anda hanya memasarkan pada lingkup yang terbatas dan cenderung hanya menjangkau pasar lokal atau nasional. dan seperti yang sudah saya katakan bahwa akan diperlukan biaya yang cukup besar.
Promosi melalui website ini lebih efektif karena kita bisa membidik target market yang tepat. Dimanapun audience berada, maupun pada orang yang memiliki minat tertentu juga. Jadi kita tidak harus membuang banyak waktu dan biaya untuk pasar yang bukan menjadi target kita.
Mengenai harga, untuk membangun sebuah website yang pasti tidak lebih mahal ketika ketika harus belanja iklan di TV atau print ad. karena untuk masang iklan di sebuah koran nasional dengan ukuran 1/2 halaman dan FC saja bisa sampai 150 juta rupiah, dan jika di TV dengan durasi 30 sec. bisa sampai 50 juta. Jadi, harga pembuatan website bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Jika di website, konsumen/target audience bisa belama-lama tanpa harus terburu-buru untuk berinteraksi dengan website yang dibutuhkan, dan bisa mendapatkan informasi sesuai yang dibutuhkan.
Tapi, selain kelebihannya, pasti ada sisi kelemahan dari website, yaitu jika website yang sudah dibangun tidak dijaga kontinuitas dan eksistensi mengenai update content, karena jika tidak terjaga dengan baik maka website kita akan ditinggali atau jarang dikunjungi orang.
Dan selain itu, perlu dilakukan penyebaran informasi mengenai website tersebut, bisa melalui email blast atau beriklan di media online, supaya website kita bisa dikenal oleh target audience.
Untuk itu, kini saatnya para produsen, harus segera memikirkan dan bertindak secepatnya untuk mempublikasikan dan mempromosikan bisnisnya secara online melalui website.
No comments:
Post a Comment