Beberapa hari yang lalu, di kantor kami untuk MIDAS Creative sedang mencari AE (Account Executive) untuk divisi Web Consultant. Beberapa cara sudah dilakukan untuk menyebarkan informasi tentang pencarian AE tersebut, diantaranya melalui milist (yang berhubungan dengan account service/creative/marketing), dan memostingkannya di situs lowongan kerja yang ada.
Selain itu saya juga mmenyebarluaskannya melalui YM (yahoo messanger) dan BBM (blackberry messanger) melalui personal atau di group yang sudah ada, tapi tentu saja penggunaan bahasanya berbeda, kalau di milist-milist menggunakan bahasa yang resmi tapi untuk di YM dan BBM saya gunakan dengan bahasa yang gampang diterima dan agak nyeleneh sedikit. Lebih tepatnya seperti ini,
"Gw lg nyari AE niy.. URGENT! Klo bs yg udah pengalaman sbg AE di web consultant/ adv agency dan lbh prefer perempuan.. Klo ada teman, sodara, pacar atau selingkuhan yg berminat, silakan aja kirim CV ke b.kamora@midas-solusi.com thanks"
Setelah saya broadcast message lowongan itu ke YM dan BBM, teman-teman yang lain pun ikut menyebarluaskan info tersebut. Tapi ga lama berselang banyak feedback yang masuk dan hampir semua pertanyaannya sama, yaitu "kenapa harus ada selingkuhan?", sontak saya tertawa dan langsung menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu..
Pertanyaan kenapa pake selingkuhan unik untuk dibahas. Saya sengaja menggunakan kata 'selingkuhan' dalam message itu supaya jadi perhatian orang-orang yang membacanya, mungkin kalau tidak ada kata selingkuh bisa jadi message nya biasa saja dan tidak menjadi perhatian yang membacanya, dan ini yang disebut dengan Stopping Power, yaitu membuat orang/terget audience untuk berhenti atau memperhatikan pesan melalui copy atau visual sejenak dan setelah itu baru munculah 'wow effect' nya di akhir (sticking power) sehingga persepsi audiens nya menjadi "ooooh... gitu toh maksudnya.."
Dalam menyampaikan isi pesan baik dalam iklan atau viral marketing dan lain-lain, diusahakan untuk menciptakan "stopping power" dengan menyajikan visual atau copy yang lain daripada yang lain, supaya target audience bisa memperhatikan walau sejenak dari apa yang akan disampaikan. Timbulkan rasa penasaran atau keingintahuan target audiens akan pesan yang ingin disampaikan. Karena stopping power ini juga bisa membantu untuk memperkuat dari ide atau konsep yang biasa-biasa saja.
Apalagi dengan begitu kompetitifnya iklan/viral marketing yang ada saat ini, maka tambahkan stopping power dalam setiap penyampaian pesannya supaya kita bisa mencuri perhatian dan mampu menjerat pandangan para target audience.
No comments:
Post a Comment